Berikut adalah terjemahan yang kubuat dari beberapa teks yang ada dalam buku PRACTICE AND PROGRESS karya L.G. Alexander. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
48 # Did You Want to Tell Me Something ? ( page 117, Unit 2)
Apakah Kamu Ingin Mengatakan Sesuatu padaku ?
Dokter gigi selalu menanyakan pertanyaan yang mustahil untuk dijawab olehmu. Dokter gigiku baru saja mencabut salah satu gigiku dan menyuruhku untuk istirahat sejenak. Aku mencoba untuk mengatakan sesuatu, tetapi mulutku penuh dengan buntalan kapas. Dia tahu bahwa aku mengoleksi telur-telur dari berbagai macam burung dan menanyakan apakah koleksiku sudah bertambah. Dia lalu menyanyakan kabar saudara laki-lakiku dan apakah aku menyukai pekerjaan baruku di London. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini aku mengangguk atau membuat suara-suara aneh. Sementara itu, lidahku sibuk mencari-cari lubang dimana gigiku yang dicabut. Aku tiba-tiba merasa sangat gelisah, tapi tidak bisa berkata apa-apa. Ketika dokter gigi itu akhirnya mengeluarkan kapas dari mulutku, aku bisa mengatakan padanya bahwa dia telah mencabut gigi yang salah.
49 # The End of a Dream (page 127 ,Unit 3)
Akhir Sebuah Impian
Bosan tidur di lantai, seorang pemuda di Teheran menabung bertahun-tahun untuk membeli kasur sungguhan. Untuk pertama kali dalam hidupnya, dia menjadi pemilik yang bangga dengan sebuah tempat tidur yang berspiral dan sebuah kasur. Karena cuaca sangat panas, dia membawa tempat tidurnya ke atap rumahnya. Dia tidur dengan nyenyak untuk dua malam pertama, tetapi di malam ketiga, badai berhembus. Angin kencang menyapu tempat tidurnya dari atap dan menghempaskannya ke pelataran rumah di bawah. Pemuda itu tidak terbangun sampai terbanting ke tanah. Walaupun tempat tidur itu hancur berkeping-keping, pemuda itu dengan ajaibnya tidak terluka. Ketika di terbangun, dia masih di atas kasur. Melihat sekilas potongan-potongan kayu dan logam yang berada di sekitarnya, lelaki itu dengan sedihnya memungut kasurnya dan membawanya ke rumahnya. Setelah meletakkannya di lantai, ia segera tidur lagi.
Koibito
Gadis kecil dengan impian kecil di kota kecil
Rabu, 04 April 2012
Aku dan Bahasa Mandarin
Ini adalah beberapa hasil tulisan yang aku kutip dari koran Guo Ji Ri Bao, yang sudah kutambahkan ejaan Pinyin-nya. Semoga bermanfaat. -^_^-
山口洋盐町新港“印华公学”赤道助学金学生 :官素圆
赖振辉老师供稿
学习中文的苦与乐
我学习中文已经有好几年了。说实话,对学习中文的确是很苦而且也很难的一种文字.
我想,凡是做任何事情一定是有苦也有乐。人常说:万事起头难,只要专心,
石头也会穿。不要三心二意,结果胜利就属于自己的.
记得我在七岁的时候,才进入“印华公学”读中文,那时候我一个字都不会写,也不会读。有时连老师说的话 和解释的,我一点都听不懂,不知老师到底在说什么。当老师问我的时候,我只有对老师笑笑而已.
因此我需要从基础学起,当然是很苦的。因为中文是无止境的,
博大精深,要记的字很多,字的意思又很广,声调、笔划,要记得清清楚楚.
在读中文的过程中我很努力。每个星期,我都会复习老师所给的作业,读一读或者写一
写生字、词语等……。老师常说:中文是世界第二重要语言,以后我一定要把中文学好.
虽然学习中文是有点苦,但它也会带给我们很多快乐,只要我们慢慢地去学
以致用,跟着知识,穿越时空欣赏古人优美的诗句,了解中国人文风情和历史。学会了当老师,传扬中国悠久文化,那是多么快乐啊!所以,学习中文就是这样,有 苦也有乐。人们常说:苦尽甘来,就是这个意思。
山口洋盐町新港“印华公学”赤道助学金学生 :官素圆
赖振辉老师供稿
Xuexi
zhongwen de ku yu le
Wo xuexi zhongwen yijing you haoji nianle.
Shuo shihua, dui xuexi zhongwen dique shi hen ku erqie ye hen nan de yi zhong
wenzi.
Wo xiang, fanshi zuo
renhe shiqing yiding shi you ku yeyou le. Ren chang shuo: Wanshi qitou nan,
zhiyao zhuanxin, shitou ye hui chuan. Buyao sanxin eryi, jieguo shengli jiu
shuyu ziji de.
Jide wo zai qi sui de
shihou, cai jinru “yin hua gong xue” du zhongwen, na shihou wo yige zi dou bu
hui xie, ye bu hui du. Youshi lian laoshi shuo dehua he jieshi de, wo yidian
dou ting bu dong, buzhi laoshi daodi zai shuo shenme. Dang laoshi wen wo de
shihou, wo zhiyou dui laoshi xiao xiao eryi.
Yinci wo xuyao cong
jichu xue qi, dangran shi hen ku de. Yin wei zhongwen shi wu zhijing de,
bodajingshen, yao jide zi henduo, zi de yisi you hen guang, shengdiao, bihua,
yao ji de qing qing chu chu.
Zaidu zhongwen de
guocheng zhong wo hen nuli. Mei ge xingqi, wo duhui fuxi laoshi suo gei de
zuoye, du yi du huozhe xie yi xiesheng zi, ciyu deng……. Laoshi chang shuo:
Zhongwen shi shijie di er chong yao yuyan, yihou wo yiding yao ba zhong wenxue
hao.
Suiran xuexi zhongwen
shi youdian ku, dan ta ye huiì dai gei women henduo kuaile, zhiyao women man
man de qu xue yizhi yong, genzhe zhishi, chuanyue shikong xinshang guren youmei
de shiju, liaojie zhongguo renwen fengqing he lishi. Xue hui liao dang laoshi,
chuanyang zhongguo youjiu wenhua, na shi duome kuaile a! Suoyi, xuexi zhongwen
jiushi zheyang, you ku yeyou le. Renmen chang shuo: Kujin ganlai, jiushi zhege yisi.
Shankou yang yan ting xingang “yin hua
gong xue” chidao zhuxuejin xuesheng: Guan su yuan Laizhenhui laoshi gonggao
活佛济公
Aku dan Tulisanku
Aku hidup bersama otak dan hatiku yang bekerja bersamaan. Terkadang aku pusing ketika mereka bertengkar saling menyalahkan satu sama lain, tapi terkadang aku merasa sempurna ketika mereka saling mendukung dan membenarkan.
Otakku, sering kali suka menyentuh dan mengerjakan hal-hal yang rumit, tapi terkadang, justru ia malas mengerjakan sesuatu apapun, ia hanya ingin dimanjakan dengan sajian-sajian yang mudah untuk dicerna. Tapi intinya, apapun yang dilakukannya, selalu saja berhubungan dengan duniawi. Itulah yang sering menjadi pemicu bertengkarnya ia dengan Hatiku. Hatiku, hanya menginginkan kedamaian, kebahagiaan, dan ketenteraman yang abadi, tidak seperti dunia yang fana, yang hanya akan berlangsung sekejap saja.
Tapi, jika aku mampu membuat mereka bersatu, walau dalam keadaan suka maupun duka, merekalah yang membantuku menciptakan tulisan-tulisan sebagai hasil dari kerjasama yang baik, antara Aku, Otakku, dan Hatiku.
Tulisanku. Ya, itulah hasil kerjasama yang baik, yang solid, yang dikerjakan dalam suka maupun duka.
Ini adalah salah satu Tulisanku yang terlahir di saat duka.
Kecoa dan Kucing
Otakku, sering kali suka menyentuh dan mengerjakan hal-hal yang rumit, tapi terkadang, justru ia malas mengerjakan sesuatu apapun, ia hanya ingin dimanjakan dengan sajian-sajian yang mudah untuk dicerna. Tapi intinya, apapun yang dilakukannya, selalu saja berhubungan dengan duniawi. Itulah yang sering menjadi pemicu bertengkarnya ia dengan Hatiku. Hatiku, hanya menginginkan kedamaian, kebahagiaan, dan ketenteraman yang abadi, tidak seperti dunia yang fana, yang hanya akan berlangsung sekejap saja.
Tapi, jika aku mampu membuat mereka bersatu, walau dalam keadaan suka maupun duka, merekalah yang membantuku menciptakan tulisan-tulisan sebagai hasil dari kerjasama yang baik, antara Aku, Otakku, dan Hatiku.
Tulisanku. Ya, itulah hasil kerjasama yang baik, yang solid, yang dikerjakan dalam suka maupun duka.
Ini adalah salah satu Tulisanku yang terlahir di saat duka.
Kecoa dan Kucing
Kecoa
Busuk,
menjijikan.
Jangankan
menyentuh,
melirik
sekilas pun tak ada yang berkenan.
Tapi, siapa
percaya ?
Seekor
kucing bermata indah rela menemaninya.
Di tengah
heningnya lalu lintas perkotaan,
di sela
gaduhnya detak jarum jam.
Dengan
busuknya aroma melati,
dan harum
semerbaknya gunungan sampah.
Sejenak
kucing itu berlalu,
sekedar mencari ikan, atau tulangnya.
sekedar mencari ikan, atau tulangnya.
Meongg…
“Ah, dia kembali. Kucing manis bermata indah itu kembali.”
Dan dia keliru !
“Ah, dia kembali. Kucing manis bermata indah itu kembali.”
Dan dia keliru !
Segerombolan
kucing Persia berbulu indah, dengan mata bersinar,
-entah sinar
kemurkaan atau apa-
datang,
mengelilinginya bak santapan lezat jamuan terakhir,
menginjak-injak
tubuhnya, mencabik-cabik dengan kuku-kuku tajam tanda kehormatan mereka,
mengunyahnya
dengan senyum amarah, lalu memuntahkannya dengan pandangan kepuasan sebelum
akhirnya meninggalkannya dengan langkah kemenangan.
Kecoa
Busuk,
menjijikan,
lusuh, dan
tercabik pula.
Semakin
terbuang.
Kini ia tak lagi ingin mencari teman.
Kini ia tak lagi ingin mencari teman.
Ia hanya
butuh tempat pembuangan, bagi benda buangan yang terbuang dan dibuang.
Senin, 02 April 2012
Perkenalan
Aku seorang perempuan yang aku rasa,
dibesarkan dengan cara yang berbeda dengan anak perempuan lain. Sejak
kecil, bentakkan, pukulan, dan tendangan, dari Bapak (begitu aku
memanggil ayahku) benar-benar tidak asing lagi di badanku. Aku juga
dididik untuk menumbuhkan mental juara. Ya, aku terbiasa menjadi juara
kelas di sekolah, karena jika tidak, ceramah panjang lebar (lebih
panjang dari Golden Gate Bridge, dan lebih lebar dari daun kelor) akan
disenandungkan oleh Bapak. Tapi, pola kekerasan yang sudah menjadi
makanan sehari-hari tidak lagi terjadi sejak aku menginjak masa SMA-ku.
Bapak malah berubah menjadi sahabat teristimewa yang pernah aku miliki ;
teman curhat, tempat bertukar fikiran, bahkan juga lawan argumen yang
asik. Walaupun dulu aku selalu merasa kesal, dendam, dan benci, karena
adikku, Sisi Sarlan Suwita yang berjarak 9 tahun dariku, tidak pernah
mendapat perlakuan keras, sekeras yang aku terima, tapi sekarang aku
justru merasa beruntung, karena semua itu membentuk pribadiku menjadi
seorang perempuan yang kuat (yah, setidaknya tidak selembek kembang
tahu).
Aku juga dikenalkan oleh orangtuaku pada dunia
seni, karena Bapak adalah seorang seniman -pelukis, musisi, penyanyi,
dan penulis- terselubung. Haha. Kenapa terselubung? Karena Bapak hanya
menampilkan karya seninya pada orang-orang tertentu, dan di waktu-waktu
tertentu saja. Sejak TK, aku sudah mulai menari. Mulai SD, bahkan hingga
saat ini, aku mengisi hari-hariku dengan menulis. Biasanya aku hanya
merangkai puisi-puisi kecil sederhana, tapi sejak SMA aku sudah mulai
menulis cerpen. Kegiatan menulisku sempat terhenti ketika aku sibuk
mempersiapkan ujian sekolah dan ujian nasional. Aku seperti kehabisan
semangat dan simpanan kata-kata, namun sekarang aku rasa sudah mengisi
full semangatku kembali. Aku mendapatkan dukungan untuk menulis kembali
dari sahabat-sahabatku, dan dari seseorang yang masih tersembunyi, seseorang yang juga beteman dengan pena, kertas, dan kata-kata, seseorang yang aku temukan dikehidupan yang tidak nyata, seseorang yang bisa disebut istimewa buatku.
Saat
ini, aku menjalani aktifitas sebagai seorang penyiar radio swasta lokal
di daerahku. Sebetulnya aku sudah mencicipi dunia kerja saat aku masih kelas XI (2SMA), saat itu aku bekerja sebagai guru les komputer anak-anak SD dan SMP. Aku juga seorang siswi di sebuah taman belajar Bahasa
Mandarin di kotaku.
Walaupun aku tidak sejago dan sepaham para
sastrawan, tapi aku cinta sastra. Ku harap, Aku dan Tulisanku tidak akan
hilang sebelum ragaku hilang.
Semoga bahagia selalu lahir, batin, dunia, akhirat bagi semua.
Damai di hati, damai di bumi.
Salam.
Aku dan Kisah Kasihku
Mungkin sudah ceritanya begini ; aku terlahir sebagai manusia yang dewasa sebelum waktunya, baik dari fisik, maupun pola pikir. Ya, memang begitu. Hal itu terlihat sejak aku duduk di bangku SMP. Aku jauh lebih tinggi dari teman-teman sekelas, bahkan seangkatanku. Dalam "masalah perempuan", aku juga lebih dulu menginjak dewasa. Begitu juga dalam hal perasaan -cinta-.
Aku mengenal rasa itu, ketika aku kelas VII (1 SMP). Dan cowok yang berhasil membuat aku merasakan hal itu adalah teman sekelasku, hmm, tepatnya musuh sekelasku. Hahaha.. Kok musuh?? Ya, karena memang begitu adanya. Dia sering membuatku jengkel dengan semua kejahilannya. Tapi semua itu juga yang membuatku suka. -^_^-
Cowok itu tergolong gak ganteng, tapi menarik, gak pinter, tapi otaknya encer untuk menjahiliku. Nama lengkapnya cukup singkat, hanya terdiri dari lima huruf, dan diawali dengan huruf 'R'. Kami sempat menjalani hubungan -pacaran-, tapi cuma bertahan selama 10 hari. Tragis. T_T
Walaupun begitu, aku masih tidak bisa menghilangkan rasaku sampai aku kelas X (1 SMA). Ada yang bilang, dia cinta pertamaku. Tapi kurasa cuma cinta monyet, (tapi yang mengalaminya bukan monyet loh..)
Satu lagi cowok yang pernah masuk dan cukup lama melekat di hatiku, yaitu seorang kakak kelasku. Dia lebih tua 5 tahun dariku, pastinya jauh lebih dewasa dariku, juga lebih pintar. Dia benar-benar pintar. Wajahnya lumayan, juga taat beribadah. Tipe cowok idaman semua cewek! Cowok pertama yang berani menampakkan wajahnya dihadapan Bapak dan Ibuku (karena Bapak ku tampangnya serem, jadi gak ada cowok yang berani main ke rumah, hehe), dia juga cowok pertama yang berani membawaku ke rumahnya (aku belum pernah diajak cowok main ke rumahnya sebelumnya, kasihaannn...). Kami memang gak pernah pacaran, tapi pernah saling mengungkapkan perasaan. Kami lost contact sejak saat aku kecelakaan -dulu, kelas 3SMP-. Dia pernah menjengukku, kata Ibuku, tapi waktu itu aku sedang tertidur lelap karena efek obat pereda sakit. Mulai saat itulah kami tidak pernah saling menghubungi lagi. Sempat kami bertemu di jalan, juga di masjid, tapi tidak saling menyapa. Dengar-dengar, dia sekarang sedang melanjutkan studinya di sebuah Sekolah Tinggi ikatan dinas. Sepertinya makhluk satu ini adalah cinta pertamaku. Hmm.. Entah apa kabarnya saat ini.. Ingin sekali menyapa jika diberi Tuhan kesempatan bertemu sekali lagi.
Sudahlah, itu masa lalu. ^_^
Saat ini, aku sedang, bisa dibilang dekat, dengan seseorang cowok yang menurutku sangat istimewa. Entah bagaimana bisa begini, aku juga bingung. Aku mengenalnya dari sebuah jejaring sosial. Awalnya dia adalah teman maya ayahku. Dia menambahkan aku sebagai teman maya nya saat aku masih kelas XI (2SMA), dan menyapa dengan ramah. Singkatnya, aku suka dia sejak awal perkenalan. Dia tidak tahu bahwa aku sering melihat profil jejaring sosialnya, melihat foto-fotonya, membaca tulisan-tulisannya, dan melihat kegiatan-kegiatannya. Dia sosok yang sederhana, tapi mengagumkan buatku. Suatu hari, aku melirik ke profilnya, dan melihat status hubungnnya, "lajang menjadi berpacaran". Agak sedikit shock, sesak napas, dan..... Hmm.... pokoknya Nano-Nano deh. Mulai dari itu,aku berhenti melirik-lirik apapun tentang dirinya. TOTAL.
Tiba-tiba, setelah sekian lama, dia menyapa, lagi. Wusshhh... seperti ada angin segar yang berhembus. Dan mulai saat itu, -panjang ceritanya- kami mulai dekat. Sempat ada sebuah masalah yang datang setelah kedekatan kami, dan membuat kami hampir jauh, tapi semuanya sudah normal kembali (yah, setidaknya antara aku dan dia, tapi masalah itu belum sepenuhnya selelsai). Dia memang bukan cinta pertamaku. Tapi, andai saja Tuhan menjadikan dia cinta terakhirku, kurasa hidupku akan begitu sempurna, dan aku tidak perlu menambah rangkaian yang lebih panjang lagi dalam kisah cintaku. Tapi, bagaimana Tuhan aja.
Sekian deh..
Tengkiyu dari Gadis... -^_^-
Pangkalpinang, 2 April 2012
Aku mengenal rasa itu, ketika aku kelas VII (1 SMP). Dan cowok yang berhasil membuat aku merasakan hal itu adalah teman sekelasku, hmm, tepatnya musuh sekelasku. Hahaha.. Kok musuh?? Ya, karena memang begitu adanya. Dia sering membuatku jengkel dengan semua kejahilannya. Tapi semua itu juga yang membuatku suka. -^_^-
Cowok itu tergolong gak ganteng, tapi menarik, gak pinter, tapi otaknya encer untuk menjahiliku. Nama lengkapnya cukup singkat, hanya terdiri dari lima huruf, dan diawali dengan huruf 'R'. Kami sempat menjalani hubungan -pacaran-, tapi cuma bertahan selama 10 hari. Tragis. T_T
Walaupun begitu, aku masih tidak bisa menghilangkan rasaku sampai aku kelas X (1 SMA). Ada yang bilang, dia cinta pertamaku. Tapi kurasa cuma cinta monyet, (tapi yang mengalaminya bukan monyet loh..)
Satu lagi cowok yang pernah masuk dan cukup lama melekat di hatiku, yaitu seorang kakak kelasku. Dia lebih tua 5 tahun dariku, pastinya jauh lebih dewasa dariku, juga lebih pintar. Dia benar-benar pintar. Wajahnya lumayan, juga taat beribadah. Tipe cowok idaman semua cewek! Cowok pertama yang berani menampakkan wajahnya dihadapan Bapak dan Ibuku (karena Bapak ku tampangnya serem, jadi gak ada cowok yang berani main ke rumah, hehe), dia juga cowok pertama yang berani membawaku ke rumahnya (aku belum pernah diajak cowok main ke rumahnya sebelumnya, kasihaannn...). Kami memang gak pernah pacaran, tapi pernah saling mengungkapkan perasaan. Kami lost contact sejak saat aku kecelakaan -dulu, kelas 3SMP-. Dia pernah menjengukku, kata Ibuku, tapi waktu itu aku sedang tertidur lelap karena efek obat pereda sakit. Mulai saat itulah kami tidak pernah saling menghubungi lagi. Sempat kami bertemu di jalan, juga di masjid, tapi tidak saling menyapa. Dengar-dengar, dia sekarang sedang melanjutkan studinya di sebuah Sekolah Tinggi ikatan dinas. Sepertinya makhluk satu ini adalah cinta pertamaku. Hmm.. Entah apa kabarnya saat ini.. Ingin sekali menyapa jika diberi Tuhan kesempatan bertemu sekali lagi.
Sudahlah, itu masa lalu. ^_^
Saat ini, aku sedang, bisa dibilang dekat, dengan seseorang cowok yang menurutku sangat istimewa. Entah bagaimana bisa begini, aku juga bingung. Aku mengenalnya dari sebuah jejaring sosial. Awalnya dia adalah teman maya ayahku. Dia menambahkan aku sebagai teman maya nya saat aku masih kelas XI (2SMA), dan menyapa dengan ramah. Singkatnya, aku suka dia sejak awal perkenalan. Dia tidak tahu bahwa aku sering melihat profil jejaring sosialnya, melihat foto-fotonya, membaca tulisan-tulisannya, dan melihat kegiatan-kegiatannya. Dia sosok yang sederhana, tapi mengagumkan buatku. Suatu hari, aku melirik ke profilnya, dan melihat status hubungnnya, "lajang menjadi berpacaran". Agak sedikit shock, sesak napas, dan..... Hmm.... pokoknya Nano-Nano deh. Mulai dari itu,aku berhenti melirik-lirik apapun tentang dirinya. TOTAL.
Tiba-tiba, setelah sekian lama, dia menyapa, lagi. Wusshhh... seperti ada angin segar yang berhembus. Dan mulai saat itu, -panjang ceritanya- kami mulai dekat. Sempat ada sebuah masalah yang datang setelah kedekatan kami, dan membuat kami hampir jauh, tapi semuanya sudah normal kembali (yah, setidaknya antara aku dan dia, tapi masalah itu belum sepenuhnya selelsai). Dia memang bukan cinta pertamaku. Tapi, andai saja Tuhan menjadikan dia cinta terakhirku, kurasa hidupku akan begitu sempurna, dan aku tidak perlu menambah rangkaian yang lebih panjang lagi dalam kisah cintaku. Tapi, bagaimana Tuhan aja.
Sekian deh..
Tengkiyu dari Gadis... -^_^-
Pangkalpinang, 2 April 2012
Minggu, 01 April 2012
Cinta Sang Ilmuwan Gagal
aku rindu.....
saat pertama kali pandangan mata ini terhubung..
bias cahaya dari mata mu,..
menggapai lensa mata ku
menembus iris mata ku,
menerobos melalui pupil mata ku yang semakin terbuka...
menyentuh retina...
dan memancarkannya ke hati ku...
aku tidak pernah tahu apa yang kau rasakan...
tapi aku dapat merasakan,..
hukum Newton III telah terjadi..
adalah aksi reaksi...
antara aku dan dirimu..
saat senyum mu menyentuh jalur sistem peredaran ku..
hembusan setiap nafas yang berbaur dengan kata-kata mu,
mengganggu impuls-impuls saraf ku...
menghentikan respirasi ku...
dan menghentikan detak jantung ku..
dan ketika aku kembali sadar,
aku merasakan,
jantung ku bergetar 6,7 skala richter...
aku rindu
saat kau katakan kau mencintai ku...
suara dangan frekuensi yang menembus sukma ku...
asa ku berlari dengan kecepatan 1000 km/jam
dan saat aku kembali...
ternyata aku hanya baru terbangun dari tidur
karena terlalu letih melakukan praktikum
mereaksikan berbagai unsur kimia
membuat senyawa kimia yang bisa membuat kau mencintai ku
entah seperti Natrium dengan Klorida yang bisa menjadi garam dapur..
atau Hidrogen dengan Oksigen yang bisa menjadi air...
tapi aku rasa aku telah gagal..
aku menyerah..
karena ternyata aku telah terjebak dalam gumpalan hitam senyawa berbahaya yang mengandung racun..
hasil praktikum ku sendiri...
yaitu cinta...
Pangkalpinang, 1 Februari 2010
saat pertama kali pandangan mata ini terhubung..
bias cahaya dari mata mu,..
menggapai lensa mata ku
menembus iris mata ku,
menerobos melalui pupil mata ku yang semakin terbuka...
menyentuh retina...
dan memancarkannya ke hati ku...
aku tidak pernah tahu apa yang kau rasakan...
tapi aku dapat merasakan,..
hukum Newton III telah terjadi..
adalah aksi reaksi...
antara aku dan dirimu..
saat senyum mu menyentuh jalur sistem peredaran ku..
hembusan setiap nafas yang berbaur dengan kata-kata mu,
mengganggu impuls-impuls saraf ku...
menghentikan respirasi ku...
dan menghentikan detak jantung ku..
dan ketika aku kembali sadar,
aku merasakan,
jantung ku bergetar 6,7 skala richter...
aku rindu
saat kau katakan kau mencintai ku...
suara dangan frekuensi yang menembus sukma ku...
asa ku berlari dengan kecepatan 1000 km/jam
dan saat aku kembali...
ternyata aku hanya baru terbangun dari tidur
karena terlalu letih melakukan praktikum
mereaksikan berbagai unsur kimia
membuat senyawa kimia yang bisa membuat kau mencintai ku
entah seperti Natrium dengan Klorida yang bisa menjadi garam dapur..
atau Hidrogen dengan Oksigen yang bisa menjadi air...
tapi aku rasa aku telah gagal..
aku menyerah..
karena ternyata aku telah terjebak dalam gumpalan hitam senyawa berbahaya yang mengandung racun..
hasil praktikum ku sendiri...
yaitu cinta...
Pangkalpinang, 1 Februari 2010
Masih Menunggu
Aku menunggu,
Apa yang harus aku tunggu...
Aku merasa,
Apa yang semestinya aku rasa...
Entah apa...
Seperti seberkas sinar putih menyambar dadaku!
Membuat nafasku tidak terasa lagi oleh ku..
Entah kemana perginya..?
Apa yang membuat ku merasakan ini pun, aku tak tahu..
Entah karena kehilangan tenaga,
atau kehabisan oksigen...
Yang ku tahu adalah
bahwa aku masih harus menunggu untuk beberapa waktu..
Aku tidak tahu itu apa yang akan datang,
Tapi aku akan tahu ketika saatnya tiba...
Dan menunggu adalah perjuangan berharga ku saat ini.
Hanya itu yang dapat aku lakukan.
Pangkalpinang, 6 Februari 2010
Apa yang harus aku tunggu...
Aku merasa,
Apa yang semestinya aku rasa...
Entah apa...
Seperti seberkas sinar putih menyambar dadaku!
Membuat nafasku tidak terasa lagi oleh ku..
Entah kemana perginya..?
Apa yang membuat ku merasakan ini pun, aku tak tahu..
Entah karena kehilangan tenaga,
atau kehabisan oksigen...
Yang ku tahu adalah
bahwa aku masih harus menunggu untuk beberapa waktu..
Aku tidak tahu itu apa yang akan datang,
Tapi aku akan tahu ketika saatnya tiba...
Dan menunggu adalah perjuangan berharga ku saat ini.
Hanya itu yang dapat aku lakukan.
Pangkalpinang, 6 Februari 2010
Langganan:
Komentar (Atom)



