Aku seorang perempuan yang aku rasa,
dibesarkan dengan cara yang berbeda dengan anak perempuan lain. Sejak
kecil, bentakkan, pukulan, dan tendangan, dari Bapak (begitu aku
memanggil ayahku) benar-benar tidak asing lagi di badanku. Aku juga
dididik untuk menumbuhkan mental juara. Ya, aku terbiasa menjadi juara
kelas di sekolah, karena jika tidak, ceramah panjang lebar (lebih
panjang dari Golden Gate Bridge, dan lebih lebar dari daun kelor) akan
disenandungkan oleh Bapak. Tapi, pola kekerasan yang sudah menjadi
makanan sehari-hari tidak lagi terjadi sejak aku menginjak masa SMA-ku.
Bapak malah berubah menjadi sahabat teristimewa yang pernah aku miliki ;
teman curhat, tempat bertukar fikiran, bahkan juga lawan argumen yang
asik. Walaupun dulu aku selalu merasa kesal, dendam, dan benci, karena
adikku, Sisi Sarlan Suwita yang berjarak 9 tahun dariku, tidak pernah
mendapat perlakuan keras, sekeras yang aku terima, tapi sekarang aku
justru merasa beruntung, karena semua itu membentuk pribadiku menjadi
seorang perempuan yang kuat (yah, setidaknya tidak selembek kembang
tahu).
Aku juga dikenalkan oleh orangtuaku pada dunia
seni, karena Bapak adalah seorang seniman -pelukis, musisi, penyanyi,
dan penulis- terselubung. Haha. Kenapa terselubung? Karena Bapak hanya
menampilkan karya seninya pada orang-orang tertentu, dan di waktu-waktu
tertentu saja. Sejak TK, aku sudah mulai menari. Mulai SD, bahkan hingga
saat ini, aku mengisi hari-hariku dengan menulis. Biasanya aku hanya
merangkai puisi-puisi kecil sederhana, tapi sejak SMA aku sudah mulai
menulis cerpen. Kegiatan menulisku sempat terhenti ketika aku sibuk
mempersiapkan ujian sekolah dan ujian nasional. Aku seperti kehabisan
semangat dan simpanan kata-kata, namun sekarang aku rasa sudah mengisi
full semangatku kembali. Aku mendapatkan dukungan untuk menulis kembali
dari sahabat-sahabatku, dan dari seseorang yang masih tersembunyi, seseorang yang juga beteman dengan pena, kertas, dan kata-kata, seseorang yang aku temukan dikehidupan yang tidak nyata, seseorang yang bisa disebut istimewa buatku.
Saat
ini, aku menjalani aktifitas sebagai seorang penyiar radio swasta lokal
di daerahku. Sebetulnya aku sudah mencicipi dunia kerja saat aku masih kelas XI (2SMA), saat itu aku bekerja sebagai guru les komputer anak-anak SD dan SMP. Aku juga seorang siswi di sebuah taman belajar Bahasa
Mandarin di kotaku.
Walaupun aku tidak sejago dan sepaham para
sastrawan, tapi aku cinta sastra. Ku harap, Aku dan Tulisanku tidak akan
hilang sebelum ragaku hilang.
Semoga bahagia selalu lahir, batin, dunia, akhirat bagi semua.
Damai di hati, damai di bumi.
Salam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar