Senin, 02 April 2012

Perkenalan

Gadis Indika Ras Prianti, adalah nama yang dianugerahkan kepadaku di Tangerang, sejak hari Jumat, tanggal 1, bulan Juli, tahun 1994. Terlahir diiringi sejumlah keanehan ; terlilit tali pusar dan ari-ari terlontar ke dinding ! -kata Ibu, hehe-
Aku seorang perempuan yang aku rasa, dibesarkan dengan cara yang berbeda dengan anak perempuan lain. Sejak kecil, bentakkan, pukulan, dan tendangan, dari Bapak (begitu aku memanggil ayahku) benar-benar tidak asing lagi di badanku. Aku juga dididik untuk menumbuhkan mental juara. Ya, aku terbiasa menjadi juara kelas di sekolah, karena jika tidak, ceramah panjang lebar (lebih panjang dari Golden Gate Bridge, dan lebih lebar dari daun kelor) akan disenandungkan oleh Bapak. Tapi, pola kekerasan yang sudah menjadi makanan sehari-hari tidak lagi terjadi sejak aku menginjak masa SMA-ku. Bapak malah berubah menjadi sahabat teristimewa yang pernah aku miliki ; teman curhat, tempat bertukar fikiran, bahkan juga lawan argumen yang asik. Walaupun dulu aku selalu merasa kesal, dendam, dan benci, karena adikku, Sisi Sarlan Suwita yang berjarak 9 tahun dariku, tidak pernah mendapat perlakuan keras, sekeras yang aku terima, tapi sekarang aku justru merasa beruntung, karena semua itu membentuk pribadiku menjadi seorang perempuan yang kuat (yah, setidaknya tidak selembek kembang tahu).

Aku juga dikenalkan oleh orangtuaku pada dunia seni, karena Bapak adalah seorang seniman -pelukis, musisi, penyanyi, dan penulis- terselubung. Haha. Kenapa terselubung? Karena Bapak hanya menampilkan karya seninya pada orang-orang tertentu, dan di waktu-waktu tertentu saja. Sejak TK, aku sudah mulai menari. Mulai SD, bahkan hingga saat ini, aku mengisi hari-hariku dengan menulis. Biasanya aku hanya merangkai puisi-puisi kecil sederhana, tapi sejak SMA aku sudah mulai menulis cerpen. Kegiatan menulisku sempat terhenti ketika aku sibuk mempersiapkan ujian sekolah dan ujian nasional. Aku seperti kehabisan semangat dan simpanan kata-kata, namun sekarang aku rasa sudah mengisi full semangatku kembali. Aku mendapatkan dukungan untuk menulis kembali dari sahabat-sahabatku, dan dari seseorang yang masih tersembunyi, seseorang yang juga beteman dengan pena, kertas, dan kata-kata, seseorang yang aku temukan dikehidupan yang tidak nyata, seseorang yang bisa disebut istimewa buatku.


Saat ini, aku menjalani aktifitas sebagai seorang penyiar radio swasta lokal di daerahku. Sebetulnya aku sudah mencicipi dunia kerja saat aku masih kelas XI (2SMA), saat itu aku bekerja sebagai guru les komputer anak-anak SD dan SMP. Aku juga seorang siswi di sebuah taman belajar Bahasa Mandarin di kotaku.

Walaupun aku tidak sejago dan sepaham para sastrawan, tapi aku cinta sastra. Ku harap, Aku dan Tulisanku tidak akan hilang sebelum ragaku hilang.

Semoga bahagia selalu lahir, batin, dunia, akhirat bagi semua.
Damai di hati, damai di bumi.
Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar