Pertama-tama izinkan kusebut dirimu “Sayang”..
Sayang, kita begitu berjarak
Tapi tahukah kamu bahwa aku bersama udara yang berlalu-lalang keluar-masuk parumu?
Aku dalam darah yang melintasi jantungmu.
Aku menyatu air yang kamu reguk.
Aku membaur cahaya yang menembus matamu.
Aku mengalir suara yang kamu dengar.
Tapi Sayang, sadarkah kamu bahwa aku berbohong?
Ya, aku memang mengibulimu.
Maaf, tapi aku hanya ingin kamu paham dan rasakan,
bahwa aku jauh lebih dekat dari batas pandangmu.
Pangkalpinang, 31 Maret 2012
Teruntuk seseorang yang jauh disana.
Sayang, kita begitu berjarak
Tapi tahukah kamu bahwa aku bersama udara yang berlalu-lalang keluar-masuk parumu?
Aku dalam darah yang melintasi jantungmu.
Aku menyatu air yang kamu reguk.
Aku membaur cahaya yang menembus matamu.
Aku mengalir suara yang kamu dengar.
Tapi Sayang, sadarkah kamu bahwa aku berbohong?
Ya, aku memang mengibulimu.
Maaf, tapi aku hanya ingin kamu paham dan rasakan,
bahwa aku jauh lebih dekat dari batas pandangmu.
Pangkalpinang, 31 Maret 2012
Teruntuk seseorang yang jauh disana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar