Minggu, 01 April 2012

Demi

Demi rumput bergoyang yang tidak mau menjawab
Demi bulan keperakan yang tidak bisa ngomong
Demi luasnya samudera yang tidak akan pernah sanggup kuarungi
Demi tingginya pegunungan yang tidak akan mampu kudaki
Demi seluruh nafas yang tidak pernah dapat kubagi denganmu
Demi nyawaku yang tidak pernah bisa kutukar dengan setiap kesakitanmu
Demi altar Dewa Bumi yang tidak pernah dapat kumasuki

Demi secangkir kopi hangat yang mungkin bisa kita bagi bersama
Demi sebongkah batu yang mungkin bisa kita gotong bersama
Demi gubuk mungil yang mungkin bisa jadi tempat berteduh bersama
Demi senyum yang mungkin bisa kita lukiskan bersama
Demi air mata yang mungkin bisa kita jatuhkan bersama
Demi puisi sederhana yang mungkin bisa kita tulis bersama
Demi doa yang mungkin bisa kita rangkai bersama

Demikianlah, Ku sayang kamu


Pangkalpinang,31 Maret 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar