Rabu, 04 April 2012

Aku dan Bahasa Inggris

Berikut adalah terjemahan yang kubuat dari beberapa teks yang ada dalam buku PRACTICE AND PROGRESS karya L.G. Alexander. Mudah-mudahan ada manfaatnya.

48 # Did You Want to Tell Me Something ? ( page 117, Unit 2)

Apakah Kamu Ingin Mengatakan Sesuatu padaku ?

Dokter gigi selalu menanyakan pertanyaan yang mustahil untuk dijawab olehmu. Dokter gigiku baru saja mencabut salah satu gigiku dan menyuruhku untuk istirahat sejenak. Aku mencoba untuk mengatakan sesuatu, tetapi mulutku penuh dengan buntalan kapas. Dia tahu bahwa aku mengoleksi telur-telur dari berbagai macam burung dan menanyakan apakah koleksiku sudah bertambah. Dia lalu menyanyakan kabar saudara laki-lakiku dan apakah aku menyukai pekerjaan baruku di London. Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini aku mengangguk atau membuat suara-suara aneh. Sementara itu, lidahku sibuk mencari-cari lubang dimana gigiku yang dicabut. Aku tiba-tiba merasa sangat gelisah, tapi tidak bisa berkata apa-apa. Ketika dokter gigi itu akhirnya mengeluarkan kapas dari mulutku, aku bisa mengatakan padanya bahwa dia telah mencabut gigi yang salah.


49 # The End of a Dream (page 127 ,Unit 3)

Akhir Sebuah Impian


Bosan tidur di lantai, seorang pemuda di Teheran menabung bertahun-tahun untuk membeli kasur sungguhan. Untuk pertama kali dalam hidupnya, dia menjadi pemilik yang bangga dengan sebuah tempat tidur yang berspiral dan sebuah kasur. Karena cuaca sangat panas, dia membawa tempat tidurnya ke atap rumahnya. Dia tidur dengan nyenyak untuk dua malam pertama, tetapi di malam ketiga, badai berhembus. Angin kencang menyapu tempat tidurnya dari atap dan menghempaskannya ke pelataran rumah di bawah. Pemuda itu tidak terbangun sampai terbanting ke tanah. Walaupun tempat tidur itu hancur berkeping-keping, pemuda itu dengan ajaibnya tidak terluka. Ketika di terbangun, dia masih di atas kasur. Melihat sekilas potongan-potongan kayu dan logam yang berada di sekitarnya, lelaki itu dengan sedihnya memungut kasurnya dan membawanya ke rumahnya. Setelah meletakkannya di lantai, ia segera tidur lagi.

Aku dan Bahasa Mandarin

Ini adalah beberapa hasil tulisan yang aku kutip dari koran Guo Ji Ri Bao, yang sudah kutambahkan ejaan Pinyin-nya. Semoga bermanfaat. -^_^-


学习中文的苦与
我学习中文已经有好几年了。说实话,对学习中文的确是很苦而且也很难的一种文字.
我想,凡是做任何事情一定是有苦也有乐。人常说:万事起头难,只要专心, 石头也会穿。不要三心二意,结果胜利就属于自己的.
记得我在七岁的时候,才进入印华公学读中文,那时候我一个字都不会写,也不会读。有时连老师说的话 和解释的,我一点都听不懂,不知老师到底在说什么。当老师问我的时候,我只有对老师笑笑而已.
因此我需要从基础学起,当然是很苦的。因为中文是无止境的, 博大精深,要记的字很多,字的意思又很广,声调、笔划,要记得清清楚楚.
在读中文的过程中我很努力。每个星期,我都会复习老师所给的作业,读一读或者写一 写生字、词语等……。老师常说:中文是世界第二重要语言,以后我一定要把中文学好.
虽然学习中文是有点苦,但它也会带给我们很多快乐,只要我们慢慢地去学 以致用,跟着知识,穿越时空欣赏古人优美的诗句,了解中国人文风情和历史。学会了当老师,传扬中国悠久文化,那是多么快乐啊!所以,学习中文就是这样,有 苦也有乐。人们常说:苦尽甘来,就是这个意思。

山口洋盐町新港印华公学赤道助学金学生 :官素圆
赖振辉老师供
稿

Xuexi zhongwen de ku yu le

Wo xuexi zhongwen yijing you haoji nianle. Shuo shihua, dui xuexi zhongwen dique shi hen ku erqie ye hen nan de yi zhong wenzi.
Wo xiang, fanshi zuo renhe shiqing yiding shi you ku yeyou le. Ren chang shuo: Wanshi qitou nan, zhiyao zhuanxin, shitou ye hui chuan. Buyao sanxin eryi, jieguo shengli jiu shuyu ziji de.
Jide wo zai qi sui de shihou, cai jinru “yin hua gong xue” du zhongwen, na shihou wo yige zi dou bu hui xie, ye bu hui du. Youshi lian laoshi shuo dehua he jieshi de, wo yidian dou ting bu dong, buzhi laoshi daodi zai shuo shenme. Dang laoshi wen wo de shihou, wo zhiyou dui laoshi xiao xiao eryi.
Yinci wo xuyao cong jichu xue qi, dangran shi hen ku de. Yin wei zhongwen shi wu zhijing de, bodajingshen, yao jide zi henduo, zi de yisi you hen guang, shengdiao, bihua, yao ji de qing qing chu chu.
Zaidu zhongwen de guocheng zhong wo hen nuli. Mei ge xingqi, wo duhui fuxi laoshi suo gei de zuoye, du yi du huozhe xie yi xiesheng zi, ciyu deng……. Laoshi chang shuo: Zhongwen shi shijie di er chong yao yuyan, yihou wo yiding yao ba zhong wenxue hao.
Suiran xuexi zhongwen shi youdian ku, dan ta ye huiì dai gei women henduo kuaile, zhiyao women man man de qu xue yizhi yong, genzhe zhishi, chuanyue shikong xinshang guren youmei de shiju, liaojie zhongguo renwen fengqing he lishi. Xue hui liao dang laoshi, chuanyang zhongguo youjiu wenhua, na shi duome kuaile a! Suoyi, xuexi zhongwen jiushi zheyang, you ku yeyou le. Renmen chang shuo: Kujin ganlai, jiushi zhege yisi.

Shankou yang yan ting xingang “yin hua gong xue” chidao zhuxuejin xuesheng: Guan su yuan Laizhenhui laoshi gonggao



活佛济
 

Aku dan Tulisanku

Aku hidup bersama otak dan hatiku yang bekerja bersamaan. Terkadang aku pusing ketika mereka bertengkar saling menyalahkan satu sama lain, tapi terkadang aku merasa sempurna ketika mereka saling mendukung dan membenarkan.

Otakku, sering kali suka menyentuh dan mengerjakan hal-hal yang rumit, tapi terkadang, justru ia malas mengerjakan sesuatu apapun, ia hanya ingin dimanjakan dengan sajian-sajian yang mudah untuk dicerna. Tapi intinya, apapun yang dilakukannya, selalu saja berhubungan dengan duniawi. Itulah yang sering menjadi pemicu bertengkarnya ia dengan Hatiku. Hatiku, hanya menginginkan kedamaian, kebahagiaan, dan ketenteraman yang abadi, tidak seperti dunia yang fana, yang hanya akan berlangsung sekejap saja.

Tapi, jika aku mampu membuat mereka bersatu, walau dalam keadaan suka maupun duka, merekalah yang membantuku menciptakan tulisan-tulisan sebagai hasil dari kerjasama yang baik, antara Aku, Otakku, dan Hatiku.

Tulisanku. Ya, itulah hasil kerjasama yang baik, yang solid, yang dikerjakan dalam suka maupun duka.

Ini adalah salah satu Tulisanku yang terlahir di saat duka.

Kecoa dan Kucing


Kecoa
Busuk, menjijikan.
Jangankan menyentuh,
melirik sekilas pun tak ada yang berkenan.

Tapi, siapa percaya ?
Seekor kucing bermata indah rela menemaninya.
Di tengah heningnya lalu lintas perkotaan,
di sela gaduhnya detak jarum jam.
Dengan busuknya aroma melati,
dan harum semerbaknya gunungan sampah.

Sejenak kucing itu berlalu,
sekedar mencari ikan, atau tulangnya.

Meongg…
“Ah, dia kembali. Kucing manis bermata indah itu kembali.”
Dan dia keliru !
Segerombolan kucing Persia berbulu indah, dengan mata bersinar,
-entah sinar kemurkaan atau apa-
datang, mengelilinginya bak santapan lezat jamuan terakhir,
menginjak-injak tubuhnya, mencabik-cabik dengan kuku-kuku tajam tanda kehormatan mereka,
mengunyahnya dengan senyum amarah, lalu memuntahkannya dengan pandangan kepuasan sebelum akhirnya meninggalkannya dengan langkah kemenangan.

Kecoa
Busuk, menjijikan,
lusuh, dan tercabik pula.
Semakin terbuang.

Kini ia tak lagi ingin mencari teman.
Ia hanya butuh tempat pembuangan, bagi benda buangan yang terbuang dan dibuang.

Senin, 02 April 2012

Perkenalan

Gadis Indika Ras Prianti, adalah nama yang dianugerahkan kepadaku di Tangerang, sejak hari Jumat, tanggal 1, bulan Juli, tahun 1994. Terlahir diiringi sejumlah keanehan ; terlilit tali pusar dan ari-ari terlontar ke dinding ! -kata Ibu, hehe-
Aku seorang perempuan yang aku rasa, dibesarkan dengan cara yang berbeda dengan anak perempuan lain. Sejak kecil, bentakkan, pukulan, dan tendangan, dari Bapak (begitu aku memanggil ayahku) benar-benar tidak asing lagi di badanku. Aku juga dididik untuk menumbuhkan mental juara. Ya, aku terbiasa menjadi juara kelas di sekolah, karena jika tidak, ceramah panjang lebar (lebih panjang dari Golden Gate Bridge, dan lebih lebar dari daun kelor) akan disenandungkan oleh Bapak. Tapi, pola kekerasan yang sudah menjadi makanan sehari-hari tidak lagi terjadi sejak aku menginjak masa SMA-ku. Bapak malah berubah menjadi sahabat teristimewa yang pernah aku miliki ; teman curhat, tempat bertukar fikiran, bahkan juga lawan argumen yang asik. Walaupun dulu aku selalu merasa kesal, dendam, dan benci, karena adikku, Sisi Sarlan Suwita yang berjarak 9 tahun dariku, tidak pernah mendapat perlakuan keras, sekeras yang aku terima, tapi sekarang aku justru merasa beruntung, karena semua itu membentuk pribadiku menjadi seorang perempuan yang kuat (yah, setidaknya tidak selembek kembang tahu).

Aku juga dikenalkan oleh orangtuaku pada dunia seni, karena Bapak adalah seorang seniman -pelukis, musisi, penyanyi, dan penulis- terselubung. Haha. Kenapa terselubung? Karena Bapak hanya menampilkan karya seninya pada orang-orang tertentu, dan di waktu-waktu tertentu saja. Sejak TK, aku sudah mulai menari. Mulai SD, bahkan hingga saat ini, aku mengisi hari-hariku dengan menulis. Biasanya aku hanya merangkai puisi-puisi kecil sederhana, tapi sejak SMA aku sudah mulai menulis cerpen. Kegiatan menulisku sempat terhenti ketika aku sibuk mempersiapkan ujian sekolah dan ujian nasional. Aku seperti kehabisan semangat dan simpanan kata-kata, namun sekarang aku rasa sudah mengisi full semangatku kembali. Aku mendapatkan dukungan untuk menulis kembali dari sahabat-sahabatku, dan dari seseorang yang masih tersembunyi, seseorang yang juga beteman dengan pena, kertas, dan kata-kata, seseorang yang aku temukan dikehidupan yang tidak nyata, seseorang yang bisa disebut istimewa buatku.


Saat ini, aku menjalani aktifitas sebagai seorang penyiar radio swasta lokal di daerahku. Sebetulnya aku sudah mencicipi dunia kerja saat aku masih kelas XI (2SMA), saat itu aku bekerja sebagai guru les komputer anak-anak SD dan SMP. Aku juga seorang siswi di sebuah taman belajar Bahasa Mandarin di kotaku.

Walaupun aku tidak sejago dan sepaham para sastrawan, tapi aku cinta sastra. Ku harap, Aku dan Tulisanku tidak akan hilang sebelum ragaku hilang.

Semoga bahagia selalu lahir, batin, dunia, akhirat bagi semua.
Damai di hati, damai di bumi.
Salam.

Aku dan Kisah Kasihku

Mungkin sudah ceritanya begini ; aku terlahir sebagai manusia yang dewasa sebelum waktunya, baik dari fisik, maupun pola pikir. Ya, memang begitu. Hal itu terlihat sejak aku duduk di bangku SMP. Aku jauh lebih tinggi dari teman-teman sekelas, bahkan seangkatanku. Dalam "masalah perempuan", aku juga lebih dulu menginjak dewasa. Begitu juga dalam hal perasaan -cinta-.

Aku mengenal rasa itu, ketika aku kelas VII (1 SMP). Dan cowok yang berhasil membuat aku merasakan hal itu adalah teman sekelasku, hmm, tepatnya musuh sekelasku. Hahaha.. Kok musuh?? Ya, karena memang begitu adanya. Dia sering membuatku jengkel dengan semua kejahilannya. Tapi semua itu juga yang membuatku suka. -^_^-

Cowok itu tergolong gak ganteng, tapi menarik, gak pinter, tapi otaknya encer untuk menjahiliku. Nama lengkapnya cukup singkat, hanya terdiri dari lima huruf, dan diawali dengan huruf 'R'. Kami sempat menjalani hubungan -pacaran-, tapi cuma bertahan selama 10 hari. Tragis. T_T
Walaupun begitu, aku masih tidak bisa menghilangkan rasaku sampai aku kelas X (1 SMA). Ada yang bilang, dia cinta pertamaku. Tapi kurasa cuma cinta monyet, (tapi yang mengalaminya bukan monyet loh..)

Satu lagi cowok yang pernah masuk dan cukup lama melekat di hatiku, yaitu seorang kakak kelasku. Dia lebih tua 5 tahun dariku, pastinya jauh lebih dewasa dariku, juga lebih pintar. Dia benar-benar pintar. Wajahnya lumayan, juga taat beribadah. Tipe cowok idaman semua cewek! Cowok pertama yang berani menampakkan wajahnya dihadapan Bapak dan Ibuku (karena Bapak ku tampangnya serem, jadi gak ada cowok yang berani main ke rumah, hehe), dia juga cowok pertama yang berani membawaku ke rumahnya (aku belum pernah diajak cowok main ke rumahnya sebelumnya, kasihaannn...). Kami memang gak pernah pacaran, tapi pernah saling mengungkapkan perasaan. Kami lost contact sejak saat aku kecelakaan -dulu, kelas 3SMP-. Dia pernah menjengukku, kata Ibuku, tapi waktu itu aku sedang tertidur lelap karena efek obat pereda sakit. Mulai saat itulah kami tidak pernah saling menghubungi lagi. Sempat kami bertemu di jalan, juga di masjid, tapi tidak saling menyapa. Dengar-dengar, dia sekarang sedang melanjutkan studinya di sebuah Sekolah Tinggi ikatan dinas. Sepertinya makhluk satu ini adalah cinta pertamaku. Hmm.. Entah apa kabarnya saat ini.. Ingin sekali menyapa jika diberi Tuhan kesempatan bertemu sekali lagi.

Sudahlah, itu masa lalu. ^_^

Saat ini, aku sedang, bisa dibilang dekat, dengan seseorang cowok yang menurutku sangat istimewa. Entah bagaimana bisa begini, aku juga bingung. Aku mengenalnya dari sebuah jejaring sosial. Awalnya dia adalah teman maya ayahku. Dia menambahkan aku sebagai teman maya nya saat aku masih kelas XI (2SMA), dan menyapa dengan ramah. Singkatnya, aku suka dia sejak awal perkenalan. Dia tidak tahu bahwa aku sering melihat profil jejaring sosialnya, melihat foto-fotonya, membaca tulisan-tulisannya, dan melihat kegiatan-kegiatannya. Dia sosok yang sederhana, tapi mengagumkan buatku. Suatu hari, aku melirik ke profilnya, dan melihat status hubungnnya, "lajang menjadi berpacaran". Agak sedikit shock, sesak napas, dan..... Hmm.... pokoknya Nano-Nano deh. Mulai dari itu,aku berhenti melirik-lirik apapun tentang dirinya. TOTAL.

Tiba-tiba, setelah sekian lama, dia menyapa, lagi. Wusshhh... seperti ada angin segar yang berhembus. Dan mulai saat itu, -panjang ceritanya- kami mulai dekat. Sempat ada sebuah masalah yang datang setelah kedekatan kami, dan membuat kami hampir jauh, tapi semuanya sudah normal kembali (yah, setidaknya antara aku dan dia, tapi masalah itu belum sepenuhnya selelsai). Dia memang bukan cinta pertamaku. Tapi, andai saja Tuhan menjadikan dia cinta terakhirku, kurasa hidupku akan begitu sempurna, dan aku tidak perlu menambah rangkaian yang lebih panjang lagi dalam kisah cintaku. Tapi, bagaimana Tuhan aja.

Sekian deh..
Tengkiyu dari Gadis... -^_^-


Pangkalpinang, 2 April 2012

Minggu, 01 April 2012

Cinta Sang Ilmuwan Gagal

aku rindu.....
saat pertama kali pandangan mata ini terhubung..
bias cahaya dari mata mu,..
menggapai lensa mata ku
menembus iris mata ku,
menerobos melalui pupil mata ku yang semakin terbuka...
menyentuh retina...
dan memancarkannya ke hati ku...

aku tidak pernah tahu apa yang kau rasakan...
tapi aku dapat merasakan,..
hukum Newton III telah terjadi..
adalah aksi reaksi...
antara aku dan dirimu..
saat senyum mu menyentuh jalur sistem peredaran ku..

hembusan setiap nafas yang berbaur dengan kata-kata mu,
mengganggu impuls-impuls saraf ku...
menghentikan respirasi ku...
dan menghentikan detak jantung ku..
dan ketika aku kembali sadar,
aku merasakan,
jantung ku bergetar 6,7 skala richter...

aku rindu
saat kau katakan kau mencintai ku...
suara dangan frekuensi yang menembus sukma ku...
asa ku berlari dengan kecepatan 1000 km/jam
dan saat aku kembali...
ternyata aku hanya baru terbangun dari tidur
karena terlalu letih melakukan praktikum
mereaksikan berbagai unsur kimia
membuat senyawa kimia yang bisa membuat kau mencintai ku
entah seperti Natrium dengan Klorida yang bisa menjadi garam dapur..
atau Hidrogen dengan Oksigen yang bisa menjadi air...

tapi aku rasa aku telah gagal..
aku menyerah..
karena ternyata aku telah terjebak dalam gumpalan hitam senyawa berbahaya yang mengandung racun..
hasil praktikum ku sendiri...
yaitu cinta...


Pangkalpinang, 1 Februari 2010

Masih Menunggu

Aku menunggu,
Apa yang harus aku tunggu...
Aku merasa,
Apa yang semestinya aku rasa...

Entah apa...
Seperti seberkas sinar putih menyambar dadaku!
Membuat nafasku tidak terasa lagi oleh ku..
Entah kemana perginya..?
Apa yang membuat ku merasakan ini pun, aku tak tahu..
Entah karena kehilangan tenaga,
atau kehabisan oksigen...

Yang ku tahu adalah
bahwa aku masih harus menunggu untuk beberapa waktu..
Aku tidak tahu itu apa yang akan datang,
Tapi aku akan tahu ketika saatnya tiba...
Dan menunggu adalah perjuangan berharga ku saat ini.
Hanya itu yang dapat aku lakukan.


Pangkalpinang, 6 Februari 2010

Biarkan Cinta Ini !

Aku tak bisa merubah...
perasaanku....
rasaku padamu....

Sunguh mengertilah aku...Jangan siksa aku begini...

Tak pernahkah kau bisa mengerti hatiku...?
Tak bisakah kau hargai perasaanku....?
Terlalu tak mungkinkah perasaan ini...?
Terlalu jauhkah beda antara kita...?

Tak mungkin, ku tuk melupakanmu....
Jangan paksa aku tuk membencimu...!!!
Aku masih mampu hidup tanpamu,
tapi aku takkan mampu hidup tanpa mencintaimu...
Maka bunuhlah aku,
jika kau benci cinta ku..!!
Lebih baik kau hancurkan cintaku ini,
karena aku tak bisa menhancurkannya sendiri.

Jika itupun tak mungkin,
mohon...
biarkan aku pergi,
bersama cinta yang tak terganti..


Pangkalpinang, 2 Maret 2010

Mungkin...?

Hari ini aku sakit...
terjatuh dalam kesendirian ku...
Bayangkan semua tentangmu...
Mungkin, kamu masih di hati ku...

Mencoba untuk membuatmu benci padaku...
dan mencoba untuk membencimu...
tapi sia-sia...
Mungkin, kamu adalah sosok yang sulit dilupakan...

Dan ketika aku tahu bahwa aku terjebak oleh rasa..,
Mencoba meyakinkan hatiku bahwa aku tidak mencintaimu...
Tapi ternyata aku salah,
karena hatiku berkata sebaliknya...
Mungkin, aku masih sayang kamu...

Tapi mengapa segalanya memisahkan aku dan perasaanku...
Aku tidak peduli..!!!
yang aku tahu hanyalah Aku sayang Kamu...
Mungkinkah Tuhan mempermainkan aku...?


Pangkalpinang, 29 Mei 2010

Deklarasi Benci Kamu

Memangnya cuma kamu yang hidup di dunia ini...?
BUKAN...!!!
Aku juga hidup di dunia ini.
Aku juga hidup di dunia yang sama dengan dunia tempatmu hidup.
Dunia yang punya 1000 warna pudar karena KAMU...!!!

Aku hanya ingin memiliki dunia bagianku.
Bagian dunia yang kamu buat berantakan,
Bagian dunia yang terdiri dari benda-benda aneh tak bernyawa;
entah itu reruntuhan bangunan tua yang terbakar,
entah itu puing-puing pesawat terbang yang pecah di udara
dan hangus terbakar,
atau entah itu CINTA yang telah jadi MAYAT BUSUK..!!!

Aku memperbaiki duniaku sendiri.
Catat ini ; HANYA SENDIRI !

Tapi kamu melenggang dengan gayamu
di bagian dunia milikku.
Yang dulu pernah kamu hancur leburkan,
dan apakah kamu ingin menghancurkannya lagi...?!!

Kamu yang datang dengan tiba-tiba,
memberi cinta tiba-tiba,
dan pergi tiba-tiba.
Dan hanya cabikan yang tersisa.

Aku ingin lupakan kamu dan semua kenangan tentangmu !!!
Jangankan menatap kembali,
Bernafas dengan udara yang sama denganmu pun aku MUAK..!!!

Atau mungkin kamu datang lagi
hanya untuk membuktikan,
bahwa kamu berhasil membuatku sakit...?
Berhasil mencincang-cincang hatiku...?

Banggakah kamu, Hai PECUNDANG..?

Pergilah sekarang !
Ambil dan bawalah bagian dunia milikmu..!
Aku punya bagianku,
dan Aku punya peranan sendiri di dunia ini...
TANPA KAMU !!!


Pangkalpinang, 3 September 2010

Morphine

Hey, kamu di sana !
Berbahagialah kamu, aku mengaku kalah.
Kamu benar-benar penjerat yang hebat dimasa ini.
Sang Penjinak Hati !

Selamat, Kamu menang !
Aku sungguh tidak bisa mengendalikan pikiranku lagi.
Dan tidak ada yang mampu melakukannya.
Karena hati ini sudah terlalu liar untuk dikendalikan.

Tapi, setiap kata-katamu
Sungguh....Ya Tuhan...!!!!
Bagaikan Morphine untukku !

Bayangkan !
Bagaimana aku bisa tidak terus berkhayal untuk bersamamu ?
Jika setiap waktu kamu suapi aku dengan morphine dosis tinggi !

Subhanallah...
Benar-benar menyesatkan rasa ini...
Terbang...
Melayang...
Lepas...
Dan hilang...!


Pangkalpinang, 1 Oktober 2010

My Hope and Love

Tuhan..
Cintanya terlalu besar dan indah..
Dan Aku tak punya hati yang cukup besar untuk menampungnya..

Tuhan..
Senandungnya terlalu merdu dan bening..
Dan ketulianku tak memungkinkan Aku untuk mendengarnya..

Tuhan…
Titik matanya terlalu tajam..
Dan Aku takut akan membutakan mata ini..

Tuhan..
Tak mau ada yang lebih besar dan indah mengisi penuh hati ini..
Biarkan hanya Engkau saja…

Dan Aku..?
Memang sebuah kepastian bahwa manusia-Mu ini tak dapat hidup tanpa cinta dan kasih sayang..

Maka Tuhan…
Berikan Aku cinta yang lain…
Berikan Aku cinta yang sederhana saja..
Agar segala kekuranganku mampu menaunginya..

Dengan segala kerendahan Aku memohon…

Tuhan,
Tunjukkanlah kebesaran cinta-Mu…

Pangkalpinang, 1 April 2011

The Untitled of My Heart

Aku berusaha memasuki hati yang terkunci,
Karena di sna ada . . .
Hanya ada bayanganmu !!!

Aku menelusuri jalan buntu,
Karena mencarimu, dan di sana aku menemukan . . .
Hanya menemukan bayanganmu !!!

Aku lalu menyelami jiwa yang dangal dan keruh,
Karena ingin mendapatkanmu, dan di sana aku dapat . . .
Hanya mendapat bayanganmu !!!

Aku hanya dapat berteman dengan bayangan.

Lalu dimana kamu?

Oh, ya !
Aku tahu, ini semua karena petunjuk-petunjuk yang salah.
Bodohnya aku !

Hanya mendengar kata-kata yang tak pernah terucap.
Hanya membaca sekilas tulisan aneh yang tak pernah tertulis.
Hanya memandang cakrawala yang tak terlihat.

Hahaha, MENYEDIHKAN !!!

Terlalu menyedihkan,
hingga aku tertawa terpingkal-pingkal !

Hai, Si Buta dan Si Tuli !
Bersyukurlah kalian,
karena sesungguhnya aku lebih buta dan tuli daripada kalian !

Seharusnya aku sadar,
bahwa dia sudah pergi terlalu jauh,
dan aku tidak lagi mungkin mengejarnya dengan kebutaan dan ketulianku ini !!

Tapi aku tidak pernah ingin untuk sadar akan itu semua, untuk sekedar melupakannya.

Sungguh,
Aku telah mengubur segala kenangan tentangya
DI UDARA BEBAS !!!

Pangkalpinang, 3 Oktober 2010

Senyum Matamu


Ingin menyapamu
Hai, Si Pemilik Mata Tersenyum !
Sekalipun tak tertelaah oleh otakku yang kosong
tentang arti senyum itu
Terjemahkan padaku bahasa matamu

Terpejamlah
Biarkan kukecup kelopak matamu
Mungkin saja dengan begitu
aku bisa rasakan maknanya

Ingin
Aku meyisipkan helai rambutmu
di sela jemariku
dan kubelai
Tapi mungkin itu akan membuatmu risih

Ya sudah..
Baiklah,
Baiknya aku tidur saja
untuk mengakhiri khayalku

Mungkin saja mimpiku bisa hadirkan kau
Dan setidaknya kau bisa izinkan
jariku sentuh keningmu, lalu hidungmu,
Lalu…..

Aku menghilang


Pangkalpinang, 24 Maret 2012

Mata Itu


Matanya..
Duh, mata itu
Ada apa sih ?

Maaf, Tuan
bolehkah kupinjam bola matamu barang sebentar saja ?
Akan kukembalikan setelah aku tahu
apa yang kau sembunyikan di sana.

Kau tak senang ?
Ya, aku rasa akan begitu.
Aku pun tidak pernah ingin peduli pada rahasiamu
Tapi, tidak sadarkah kau
bahwa matamulah yang meminta
dan bahkan menggoda
aku untuk menguakkan rahasianya

Haha..
Tertawalah jika kau anggap ini lelucon !

Pangkalpinang, 29 Maret 2012

Fantasi Terakhir

Kala sapa terucap
Hadirkan senyum
Khayalku berpadu dengan melodi
Berdansa indah dengan nada
Menambah rangkaian cerita mimpi-mimpiku yang panjang
Hmm..
Aku merasakannya
: rindumu yang kau titipkan lewat cahaya pagi
Tapi hanya bisa kurasakan
Ingin kusentuh
Bila saja dirimu nyata


Kau
Fantasi akhirku.

Pangkalpinang, 22 Maret 2012

Demi

Demi rumput bergoyang yang tidak mau menjawab
Demi bulan keperakan yang tidak bisa ngomong
Demi luasnya samudera yang tidak akan pernah sanggup kuarungi
Demi tingginya pegunungan yang tidak akan mampu kudaki
Demi seluruh nafas yang tidak pernah dapat kubagi denganmu
Demi nyawaku yang tidak pernah bisa kutukar dengan setiap kesakitanmu
Demi altar Dewa Bumi yang tidak pernah dapat kumasuki

Demi secangkir kopi hangat yang mungkin bisa kita bagi bersama
Demi sebongkah batu yang mungkin bisa kita gotong bersama
Demi gubuk mungil yang mungkin bisa jadi tempat berteduh bersama
Demi senyum yang mungkin bisa kita lukiskan bersama
Demi air mata yang mungkin bisa kita jatuhkan bersama
Demi puisi sederhana yang mungkin bisa kita tulis bersama
Demi doa yang mungkin bisa kita rangkai bersama

Demikianlah, Ku sayang kamu


Pangkalpinang,31 Maret 2012

Kecoa

Aku kecoa liar
yang mencoba menyisipkan diri
dalam jiwamu

Ditempatkan takdir
pada sudut terjauh ruang hatimu
yang telah sesak oleh sejumlah kepingan
-entah apa-
yang berserakan

Layaknya Holmes,
aku teliti
ternyata kepingan cintamu yang dulu
kau pecahkan

Kusentuh,
namun ternyata kepingan-kepingan itu tajam
dan aku tergores
Yahh, setidaknya hanya jariku.

Mungkin
satu saat nanti
kau bolehkan aku buat merapikannya


Pangkalpinang, 24 Maret 2012

Aku Dekat

Pertama-tama izinkan kusebut dirimu “Sayang”..

Sayang, kita begitu berjarak
Tapi tahukah kamu bahwa aku bersama udara yang berlalu-lalang keluar-masuk parumu?
Aku dalam darah yang melintasi jantungmu.
Aku menyatu air yang kamu reguk.
Aku membaur cahaya yang menembus matamu.
Aku mengalir suara yang kamu dengar.

Tapi Sayang, sadarkah kamu bahwa aku berbohong?
Ya, aku memang mengibulimu.
Maaf, tapi aku hanya ingin kamu paham dan rasakan,
bahwa aku jauh lebih dekat dari batas pandangmu.


Pangkalpinang, 31 Maret 2012
Teruntuk seseorang yang jauh disana.